Behind The Scene Cerpen Hatiku Tertinggal di Osaka

Aku tuh suka banget bikin cerita dan pakai cast-cast visual. Emang aslinya suka banget nonton film and drama sih. Terutama Korea sama Jepang. Nah, aku sedikit cerita tentang pengalamanku membuat cerpen berlatar belakang Jepang. Aku lebih mudah membayangkan, karena udah ratusan film dan drama Jepang sudah aku tonton, kira-kira sejak 2013, hmmm 7 tahun ya? Wkwkwk.

Nah, awalnya, aku ngerjain cerpen ini untuk lomba yang diadakan ketix (sekarang namanya KBM). Udah sampai upload cover padahal. Tapi entah kenapa rada mager, udah bikin outline, cuma ya nulisnya itu lama. Dan deadlinenya udah abis. Seru kan, udah mepet, mager pula. #janganditiru

Selang beberapa bulan, aku masuk grup kepenulisan baru. AWP. Grup itu mengadakan proyek menulis cerpen. Kan, bukan lomba, enggak ada hadiahnya, cuma melatih menulis aja. Kali-kali aja ada penerbit yang ngelirik. Malas. Aku nggak minat.

Awalnya begitu. Lantas, aku melihat banyak yang ikut. Termasuk temen deket aku. Jadi tergoda, dong! Ada rasa iseng juga sih. Sebagai anggota, dan cukup ada waktu, kenapa aku nggak partisipasi aja? Akhirnya, aku daftar.

Aku mencari cerpen-cerpenku yang gagal. Dari sekian banyak, aku masih tertarik dengan yang ini. Oke, aku putuskan buat yang ini aja. Setelah itu, aku riset dulu. Kebetulan, aku lagi baca novel Jepang. Ya, cari suasananya aja sih. Terus sama jilbab traveler. Lumayan, dapat scene-scene yang kemungkinan terjadi di luar negeri.

Lanjut, riset tentang tempat wisata by google. Awalnya, kota Tokyo. Namun, aku pikir-pikir lagi, kok biasa ya? Aku cari tantangan. Osaka. Kota ketiga terbesar di Jepang. Apalagi temanya metropolitan. Banyak tempat wisata di sana. Aku sambil membayangkan, saat aku pernah keluar negeri. Butuh apa aja? Tempat wisata dan transportasi, juga cuaca.

Belum cukup, aku harus pakai dialek Kansai. Aku teringat Hatori, karakter dalam detektif Conan. Tapi gimana? Aku cari by google, ternyata susah! Alhamdulillah, beruntungnya aku kenal sama seseorang yang paham dialek Kansai. Ya udah, aku berguru singkat.

Setelah itu, barulah masuk dalam khayalan-khayalanku aja. Di mana Nana, tokoh utama yang tersesat dan ditemukan tiga orang Osaka yang baik hati. Ditambah bumbu-bumbu romantis, walau terlalu sedikit. Aku terlalu banyak menggambarkan suasana kota. Mau gimana lagi? Jumlah kata dibatasi, ya sudah. Gitu aja. Wkwkw.

Aku berharap sih, karya ini bisa dikenal lebih luas. Syukur-syukur bisa difilmkan. Hehehe. Jika Allah mengizinkan. Oke, sekian Behind The Scene dari pengerjaan cerpen saya. Terima kasih. Kalau mau mampir, langsung ke wattpad AWProjects, di karya Metropolitan, bab 23 berjudul Hatiku Tertinggal di Osaka. Sampai jumpa😘🌹

Comments

Popular posts from this blog

Quarter Life Crisis

Pemula Mau Nulis Novel?

Kesedihan (Fiksi Mini)