Quarter Life Crisis

 Hellow, Izumi di sini. Sudah lama sekali tidak merandom. Karena aku baru aja nonton YouTube tentang ini, maka aku mau bahas di sini. So, kalian pasti familier kan dengan sebutan Quarter Life Crisis?


Gambar adalah pemanis💚 seperti yang nulis :v


Yap. Seperti yang kalian tau, ini kondisi psikologis manusia sekitar umur 25 tahun. Bisa di bawah atau di atas. Bahkan bisa 30 atau 40 tahun! Loh, kok, bisa?

Kalau kamu menemukan orang dewasa bahkan tua, yang masih suka melamun misalnya (dalam artian tidak memikirkan sesuatu, hampa), maka mungkin orang itu belum sembuh dari fase QLC.

Kenapa?

Karena memang tidak ada yang memberitahu, bagaimana menyembuhkannya.

So, di sini aku ingin ikut berbagi sekaligus mempraktekkan tips dari YouTube yang aku tonton.

Sebelumnya, kamu sudah tau kan kondisi QLC seperti apa?

Yap. Kondisi yang hampa. Bisa jadi tiba-tiba kamu menangis tanpa alasan atau mungkin emosi yang lain. Atau juga penyakit aneh. Pernah kah kamu merasakan? Hei, aku sakit mag, padahal aku makan biasa aja kok. Enggak pedes maupun asam. Atau jantungku kenapa berdebar-debar sendiri? Terus kamu cek ke dokter, gak ada masalah apa pun kata dokter. Pernah?

Aku pernah mengalaminya.

Kala itu aku minum kopi cappucino. Memang aku jarang minum kopi, tapi beberapa tahun sebelumnya aku termasuk pecandu (ga yang berat juga sih). Setidaknya beberapa bulan lalu aku minum kopi ga masalah, asalkan ada campuran susu. Kalau kopi hitam memang perutku yang nggak kuat.

Tiba-tiba aja kepalaku, Gaes, geringgingan. Bentar. Apa sih nama lainnya? Oh, ya. Kesemutan. Biasanya kesemutan di tangan dan kaki. Di kepala? Pertama kali aku merasakan. Takut, Genks!

Enggak hanya itu, jantungku berdebar keras. Awalnya aku berpikir, apa iya aku takut? Aku coba tenangin diri, tapi gak berhasil. Masih sama. Makin lama napasku berat. Yah. Aku terus minum obat jantung dan minum air kelapa. Siapa tau keracunan.

Akhirnya aku dibawa ke UGD. Tekananku memang tinggi sekali. Sampai 200. Tapi jantung, bisa dibilang normal katanya. Padahal aku yakin masih kuat debarannya. Okelah. Aku kan pasien, mana tau begituan.

Besoknya aku baru dibawa ke dokter spesialis. Aku diberi obat. Ok. Setelah beberapa hari aku dicek semacam USG (maaf, lupa namanya). Dari jantung dan perut (siapa tau mag). 

Tidak ada.

Normal. Alhamdulillah.

Bisakah jantung normal berdebar keras? Entahlah. Enggak paham. Bisa jadi karena lewat hari. Namun, pak dokter pun masih tercengang. Aku mengalami hal itu yang mungkin bukankah ada kelainan? Tapi ini bener-bener normal.

So, aku berpikir. Apa mungkin ini memang gejala psikis?

Nah, kembali ke QLC tadi. Youtuber mengatakan bahwa orang-orang dalam fase ini juga mengalami penyakit tidak jelas. Cuma sih katanya lebih sering. Jika youtubernya, dia akan mengalami kekosongan yang nggak enak setiap jam 12 siang. Setiap harinya.

Untuk konteks setiap hari, aku berpikir lagi. Dulu, aku pernah yang namanya ketindihan. Tau kan? Yang mistis itu. Katanya sih diduduki setan waktu tidur. Ada juga yang bilang kelumpuhan saat bermimpi. Nah, aku kepikiran apa iya masuk ke QLC? Karena aku mengalami itu cukup konsisten. Kalau ada keluargaku yang dari luar (tidak tinggal di rumahku) datang, aku akan mengalaminya. Saat mereka keluar juga begitu. Selalu seperti itu.

Entah mana yang benar.

Nah, kalau kamu merasakan hal aneh, bisa jadi masuk QLC. Lalu bagaimana mengatasinya?

Ada tiga hal.

Pertama. Saat kita bengong, melamun, biasanya akan ada perasaan dan pertanyaan, "aku ini ngapain, sih? Aku ini mau ngapain? Mau ke mana?"

Hilang tujuan hidup.

Ketika mengalami QLC ya. Akan ada pertanyaan seperti itu. So, kamu harus gali tujuanmu kembali.

Coba ingat. Apa yang membuatmu bahagia? Apa yang kamu suka? Lihatlah ke cermin. Tanyakan pada dirimu.

Seperti aku. Oke. Yang buat aku bahagia. Aku coba inget-inget masa lalu.

Menulis. Menghalu. Mengkhayal. Aku suka melakukannya. Terlepas dari jumlah view atau dibayar apa kagak. Tapi aku ingat pertama nulis. Pertama kali aku menamatkan sebuah karya. Aku suka. Dan buat aku menulis lagi yang lain.

Karena youtuber itu bilang menulis, entah kok momennya pas sekali, alhamdulilah aku sekarang bersemangat. Ini, aku juga menulis lagi tentang ini. Enggak peduli typo, riset atau apa pun. Aku hanya sekadar menulis.

Kedua. Temukan talenta itu. Karena aku suka menulis, ya aku menulis fiksi. Aku merasa bisa menulis fiksi ketimbang kegiatan yang lainnya. Apalagi aku sudah memasuki dunia literasi. Walau memang belum mahir, setidaknya aku suka.

Ketiga. Berbagi. Apa yang bisa kamu lakukan dengan kebahagiaan itu. Berbagilah dengan orang lain. Karena aku menulis, aku membagikan tulisanku di Wattpad, medsos, dan blog ini termasuk. Aku harap tulisan ini bisa bermanfaat buat kalian. Mungkin kalian sedang bingung. Kehilangan jati diri. So temukan jati diri itu.

Jujurly, akhir-akhir ini aku sering ngedrop. Memikirkan tulisanku yang kurang laris. Dukungan yang kurang. Kesulitan promosi dan sebagainya. Membuatku makin malas menulis. Padahal dulu awal-awal menulis rasanya lancar. Aku bahkan bisa menghasilkan 2000 kata per hari. Tapi sekarang? 500 kata aja berat, padahal aku lebih mampu daripada aku yang benar-benar pertama kali menulis ya. Nulis caption IG aja berat. Reels FB berat. Sampai aku cuma posting video tanpa caption tanpa tagar. Sampai kayak begitu.

Lihat sekarang? Entah berapa ratus kata ini. Kayaknya cukup panjang. Maaf. Aku bukan menyombongkan diri, tetapi memberi contoh dengan perkembanganku.

Entah ini petunjuk atau kebetulan. Aku juga sedang menonton drama Hidarikiki no Eren. Ini juga mengisahkan seorang yang suka melukis, kemampuan rendah, minder sama yang jenius, tapi berusaha bertahan dan sekuat mungkin untuk bangkit. Tidak menyerah. Kemudian drama Hello, Me juga seperti itu. Seorang wanita 37 tahun yang bahkan dipecat tidak adil. Tapi tidak menyerah, melakukan aksi demo, sampai akhirnya masuk ke kantor pusat (sebelumnya cuma jadi cumi-cumi menari di bagian sales supermarket). Sedikit-sedikit membangkitkan semangatku.

So, aku harap, kamu yang udah capek-capek baca tulisan random Izumi sampai bawah, aku harap semangat kamu kembali tumbuh. Sembuhkan QLC mu. Temukan jati dirimu. Temukan hal yang kamu sukai. Berbagilah dengan orang lain. Fighting! Semangat! Ganbatte!

Sekian dan terima doa, "barakallah."

(⁠´⁠∩⁠。⁠•⁠ ⁠ᵕ⁠ ⁠•⁠。⁠∩⁠`⁠)


Comments

Popular posts from this blog

Pemula Mau Nulis Novel?

Kesedihan (Fiksi Mini)